©. Copyrighat by Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil



PUPUK  Yogyakarta

Jl. Riang Gembira 61D Maguwoharjo Yogyakarta

Phone : +62 821 2001 3075

Contact Person : Early Rahmawati

[      ] Kantor / Offices:


PUPUK  Bandung

Jl. Permata Taman Sari Raya Kav.6 | Kota Bandung Provinsi Jawa Barat Indonesia 40293

Phone : + 62 22 7834482, + 62 22 7834483, | Fax : + 62 22 7834484

Contact Person : Cecep Kodir Jaelani



PUPUK  Makassar

Jl. Teluk Bayur II No.12 Kelurahan Maccini Makassar | Phone : +62 852 99533636

Contact Person : Asdar Masduki


PUPUK  Surabaya

Jl. Karah Tama No. 7 Surabaya - 60232 | Phone : +62 31 8283976

Fax : +62 31-8283976 | Contact Person: Nurhasanah

[        ]  Contact Person :


PUPUK  Tegal

Jl. Tegalandong Lebaksiu Kab. Tegal | Phone : +62 283 342054

Contact Person : M. Syaikhudin


PUPUK  

Lendo Novo

E-mail : lendo.novo@gmail.com

Early Rahmawati

E-mail : onearly@gmail.com

E-mail : early_rahmawati@pupuk.or.id

E-mail : info@pupuk.or.id

Website : www.pupuk.or.id


PUPUK  Jakarta

Jl. Tebet Barat Dalam IV B No.21 Jakarta Selatan | Phone : +62 813 8873 3275

Contact Person : Alip Purnomo

3

10

5

6

7

1

8

2

9

4

03 | NEWS P.U.P.U.K

Panen Rumput Laut Demplot REACTS

Panen Rumput Laut di Demplot project REACTS  (Rumput Laut Empowerment Action for Celebes Sustainability) 2 di daerah kampung baru, kabupaten Bone Sulawesi Selatan | Read More…….

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2015 bertempat Dusun Surabaya Desa Bontosunggu Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa (Berbatasan dengan kabupaten Takalar). Pelaksana kegiatan workshop ini adalah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar.

Pada kegiatan ini dihadiri dari unsur aparat Desa dan Pelaku Usaha Rumput Laut di Wilayah Kabupaten Takalar dan Gowa. Dalam pelatihan ini juga dilakukan diskusi antara pelaku usaha rumput dan juga pemateri, dimana yang menjadi fokus diskusi adalah tentang :

1. Bagaimana mengatasi rumput laut yang kerdil ? Padahal diberi pupuk juga dan hampir di seluruh kecamatan Sanrobone begitu      adanya walaupun umurnya sampai 2 bulan.

2. Mengapa Tidak adanya PPL yang turun ke lapangan ?

     Dengan jawaban dari pemateri sebagai berikut :

Jika mendengar keterangan dari Pak Rahman, maka kemungkinan terbesar masalah kerdil itu diakibatkan oleh :

1. Bibitnya sudah perlu diganti karena tingkat pertumbuhannya sdh tidak baik lagi.

2. Ketinggian air lahan tersebut dibawah 30 cm, sehingga rumput lautnya cenderung banyak cabang tetapi pendek-pendek.

3. Kurangnya unsur hara atau kandungan plankton dalam air tambak, sehingga pertumbuhannya rumput lautnya rendah, sebaiknya      seringlah melakukan pergantian air atau lakukan pemupukan air.

4. Bisa juga karena lahan tersebut perlu dikeringkan atau tanahnya dibalik karena tanah dasar tambak sudah mengandung banyak residu

Pentingnya pemahaman akan cara budidaya yang baik, termasuk melakukan upaya penelitian kecil-kecilan di tambak sendiri untuk mengetahui perlakuan apa yang cocok dan pemberian input apa yang optimal. Adapun cara penerapan teknologi sederhananya adalah :

1. Buatlah ruang empat persegi dengan bantuan waring berukuran 1 m x 1 m berbentuk empat persegi di dekat pintu air.

2. Masukkan bibit rumput laut sejumlah 1 Kg basah.

3. Setelah 5 atau 7 hari angkat rumput laut tersebut dan timbang beratnya untuk melihat tingkat pertumbuhannya.

4. Jika beratnya kurang optimal, maka masukkan pupuk Urea sebanyak 10 gram, biarkan hingga 5-7 hari dan lakukan penimbangan      kembali untuk melihat tingkat  pertumbuhannya. Lakukan secara berulang dengan menggati input berupa SP36 atau ZA.

5. Mengenai PPL yang tidak turun ke lapangan akan kita sampaikan ke SKPD terkait.

Kesimpulan dari diskusi adalah :

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Kabupaten/Kota dalam pengembangan Budidaya rumput laut, termasuk kerjasama dengan Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) dalam mewujudkan Seaweed Centre yang diinisiasi untuk menjadi pusat informasi dan teknologi budidaya rumput serta pemasarannya.

Pelatihan Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Rumput Laut Berbasis Pasar di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan

Workshop Diseminasi Peningkatan Daya Saing Rumput Laut Melalui Penerapan SCM (supply chain management) dan Model Bisnis Inklusif (Kasus Koperasi Agroniaga) Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan

Kegiatan Workshop dan Pelatihan ini dilaksanakan di lokasi yang berbeda dan peserta yang berbeda pula, hal ini dalam rangka optimalisasi kegiatan secara bersama dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh stakeholder lainnya.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2015 bertempat di Dusun Je’ne Desa Laguruda Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar. pelaksana kegiatan workshop ini adalah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar.

 Pada kegiatan ini dihadiri oleh unsur Pemerintah baik Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Pelaku Usaha Rumput Laut. Adapun yang yang hadir antara lain :

1. Bapak ir. Sulkaf M. Latief, M.Si (Kabid Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan)

2. Ibu Ir. Hj. Paradiba, T (Kabid Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar)

3. Bapak Ir. Endy Sutendi (Direktorat Jenderal Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia)

4. Bapak Safari Azis (Ketua Umum Asosiasi Rumput Laut Indonesia)

5. Asdar Marzuki (Project Manager Reacts Tahap 2)

6. Staf dan Penyuluh Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Takalar.

7. Petani dan Kelompok Tani rumput laut Kabupaten Takalar.

Dalam pelatihan ini juga dilakukan diskusi antara pelaku usaha rumput dan juga pemateri, dimana yang menjadi fokus diskusi adalah tentang :

1. Mengapa harga rumput laut berubah-ubah dan tidak jelas ?

2. Harga rumput laut safari (Eucheuma Spinosum) sangat murah dan tidak ada pembeli ?

3. Bagaimana mengenali tanda-tanda alam tentang budidaya yang baik ?

4. Bagaimana memilih bibit yang baik ?

5. Apakah bantuannya nanti lengkap dengan tali, pelampung dan rangka budidayanya ?

Dengan jawaban dari pemateri sebagai berikut :

1. Pada dasarnya pembelian rumput laut terus berjalan, namun dengan adanya permasalahan dengan melemahnya nilai tukar rupiah    dan aksi pelemahan nilai mata uang China yang merupakan negera tujuan ekspor terbesar Indonesia, maka beberapa waktu ini      terjadi aksi penyesuaian.

2. Khusus untuk kasus Eucheuma Spinosum, memang sangat terpengaruh dengan supply and demand, mengingat jumlah permintaan    akan jenis ini masih kecil yakni hanya sekitar 20%. Sehingga perlu menata rencana produksi yang baik, apalagi saingat terberat kita    adalah wilayah Afrika seperti Tanzania yang memang focus hanya pada jenis ini. Adapun harga sekarang ini Franco Makassar adalah    Rp. 5.000 perkg (standar kualitas umum).

3. Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, maka ARLI melakukan kerjasama dan MOU dengan Asosiasi Industry Philipina dan China,    bahkan ARLI memfasilitasi anggotanya untuk melakukan kontrak dagang dengan beberapa Industri besar dari China pada acara      Temu Usaha Rumput Laut Indonesia di Makassar pada tanggal 2 Agustus 2015.

4. Khusus untuk melihat bibit rumput laut yang baik, maka dapat dilihat dari penampakan secara organoleptik seperti warnanya cerah     dan segar, tunas lentur dan memiliki bakal tunas yang baik. Namun untuk baiknya yakni kita memesan dari balai budidaya perikanan     yang di Takalar atau pemiliki kebun bibit di sekitar wilayah kita.

5. Untuk bantuannya nanti adalah berupa seperangka kebun bibit, jadi lengkap semua selayaknya kebun bibit. Diharapkan selanjutnya      kelompok penerima tidak kekurangan bibit lagi, bahkan dapat membantu kelompok lain yang belum memiliki kebun bibit.

COVER HOME PROFILE CONTACT US GALERY MEDIA  NEWS 
COVER HOME PROFILE CONTACT US GALERY MEDIA  NEWS