Pada saat ini masih terdapat banyak program pemberdayaan masyarakat maupun pemulihan kesejahteraan masyarakat terdampak suatu proyek, berakhir begitu saja ketika kegiatan program selesai alias tidak ada keberlanjutannya, sehingga kondisi masyarakat terdampak tidak mengalami perubahan secara ekonomi, sosial dan budaya. Berpijak pada pengalaman tersebut Program SRAP, yaitu sebuah program restorasi mata pencaharian masyarakat terdampak proyek (People Affected Project/PAP) pembangunan jalan Tol Cikopo-Palimanan yang diimplementasikan oleh Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Bandung dituntut untuk menyusun sebuah strategi program yang berbasis pada keberlanjutan, terlebih mengingat pada kondisi PAP yang menjadi dampingan mayoritas berusia lansia (sebanyak 45%), tingkat pendidikan PAP mayoritas setingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan pengalaman usaha/bisnis yang kurang bahkan sebagian besar baru pertama kali melakukan usaha/bisnis sebagai alternative mata pencaharian maupun sumber pendapatan utama keluarga.


Berlatar belakang kondisi PAP dan tujuan yang harus dicapai pada akhir program, maka PUPUK Bandung mengusulkan sebuah konsep perlu adanya sebuah wadah sebagai payung untuk usaha-usaha yang dilakukan oleh PAP. Usaha-usaha yang dijalankan PAP meliputi usaha dagang sembako/warung kelontong, dagang aneka pangan olahan, budidaya ternak (unggas dan domba) serta aneka usaha yang bergerak di bidang jasa maupun kerajinan tangan. Wadah tersebut haruslah memiliki bentuk legal formal yang sesuai dengan aturan perundang-undangan yang di Indonesia, dan akan menjadi Badan Usaha Milik PAP (BUMP). Atas kesepakatan bersama dan restu dari PT. Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku donor maka dibentuklah PT. Ngariung Kadieu Heula (PT NKH). Pemilihan badan hukum berupa PT dikarenakan (1) Persyaratan untuk proses pendirian lebih sederhana; (2) Aspek legal lebih kuat; (3) Lebih Accountable dan (4) Dalam pengambilan keputusan lebih cepat.


Pemilihan nama Ngariung Kadieu Heula memiliki sejarah dan makna filosofis yang dalam, dimana pada awal program setiap kali diadakan pertemuan dengan masyarakat akan muncul ajakan berkumpul yang dilontarkan dalam bahasa Sunda, secara filosofis diharapkan dengan berkumpulnya masyarakat yang senasib sepenanggungan akan memunculkan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah bersama. Tujuan pengembangan PT. NKH sebagai BUMP adalah (1) merupakan pengejawantahan prinsip pemberdayaan masyarakat, yaitu: Enabling, Protecting, dan Supporting; (2) Pengembangan Sumber Daya Proyek; (3) Efektif dan Efisiensi Program; dan (4) Keberlanjutan dan Pengembangan Usaha PAP.


PT NKH memiliki 2 (dua) unit usaha untuk mendukung kegiatannya yaitu (1) Toko Cimaja dan (2) Pancak Suji Farm. Toko Cimaja adalah toko yang menyediakan kebutuhan pokok dan perlengkapan lainnya seperti toiletries, snack/makanan ringan, minuman dan makanan instan, dll yang dijual secara grosir maupun eceran. Toko Cimaja didirikan untuk mendukung 112 PAP yang memiliki warung dan usaha makanan olahan. Dengan sistem keanggotaan PAP dapat berbelanja ke Toko Cimaja dengan harga murah dengan layanan delivery order, bahkan PAP dapat memesan barang belanjaan melalui petugas Taking Order maupun via short messeger services (SMS). Sejak mulai buka pada tanggal 30 Januari 2015 Toko Cimaja tidak hanya melayani PAP sebagai member namun juga masyarakat umum yang ingin berbelanja secara rutin ke Toko Cimaja. Pancak Suji Farm atau PSF adalah unit usaha kedua di bawah PT. NKH, PSF bergerak dibidang budidaya peternakan dengan ternak unggulan unggas (ayam petelur negeri dan ayam kampung pedaging) dan domba ras Garut. Seperti hal nya Toko Cimaja, PSF didirikan dengan tujuan untuk mendukung usaha 200 PAP di bidang budidaya ternak baik domba maupun unggas. Saat ini PSF selain memberikan layanan kesehatan ternak secara gratis kepada PAP, juga menjalin kemitraan dengan PAP terseleksi dalam program “Gadugan Domba Garut” walaupun masih terbatas jumlahnya.


Melalui kedua unit kegiatan usaha yang dimilikinya PT. NKH terus berusaha untuk menuju kemandirian secara pengelolaan dan financial. Di dalam perencanaannya PT NKH pada akhir tahun 2017 ini akan melibatkan perwakilan PAP yang memiliki kapasitas untuk duduk di jajaran managemen PT. NKH serta mengembangkan unit usaha secara maksimal untuk mendapatkan keuntungan yang pada akhirnya dapat dinikmati oleh seluruh PAP Program SRAP PUPUK Bandung.


Dengan melibatkan perwakilan PAP dalam pengelolaan PT NKH, dan pada akhir program (passing out) seluruh jajaran manajerial dan komisaris sudah dipegang oleh perwakilan PAP, maka PT NKH adalah pondasi dari sebuah langkah nyata untuk keberlanjutan bagi program yang bernama Supplemental Resettlement Action Plan (SRAP) PUPUK Bandung.


Ditulis oleh: Tim SRAP Ciremai PUPUK-Bandung


 

PT Ngariung Kadieu Heula (NKH) : Sebuah Langkah Nyata Untuk Berkelanjutan

Cimaja Grosir

Cimaja Grosir merupakan salah satu unit usaha yang dikembangkan oleh Program SRAP Supplemental Resettlement Action Plan/pemulihan matapencaharian | Read More…….

PAGE |1|

Jika mendengar kata “Batik Cirebonan” maka yang segera terlintas dibenak kita adalah motif “Mega Mendung” yang dengan mudah kita dapatkan di sentra-sentra batik yang berada di wilayah Trusmi Plered Cirebon Kota, namun ada satu sentra batik yang memiliki kekhasan tersendiri dan menunjukan geliatnya kembali setelah hampir dua dasa warna mengalami mati suri, yaitu batik tulis dari Desa Ciwaringin. Batik tulis Desa Ciwaringin memiliki motif yang khas dan sedikit berbeda dengan motif yang beredar di wilayah Trusmi.


Adalah Fathoni salah seorang masyarakat Desa Ciwaringin yang area persawahan yang menjadi tumpuan pendapatan keluarga terkena dampak pembangunan jalan tol Cipali. “Saat terkena proyek, memang terasa memukul ekonomi kami karena pendapatan menurun drastis” tuturnya. Bersama 51 (lima puluh satu) orang lainnya dari Desa Ciwaringin, Pak Fathoni terdaftar sebagai PAP (People Affected Project) yang memiliki hak untuk mendapatkan pendampingan dari Program SRAP Ciremai yang dilakukan oleh PUPUK Bandung dengan PT. Lintas Marga Sedaya (LMS) sebagai penyandang dananya.


Dalam FGD untuk pemilihan jenis mata pencaharian alternative untuk restorasi kesejahteraan, Pak Fathoni dengan 12 PAP lainnya memilih kegiatan usaha kerajinan batik tulis Ciwaringin, karena mereka telah memiliki ketrampilan membatik secara turun temurun. Namun demikian pada saat kajian awal tim SRAP PUPUK menemukan masih adanya kelemahan para perajin batik tulis dalam pengelolaan bisnis batik. Dari segi produksi, misalnya, para perajin belum mengetahui tehnologi sederhana untuk meningkatkan kualitas batik, baik dari segi perwarnaan maupun kualitas batiknya.


Untuk selanjutnya Program SRAP Ciremai Pupuk melakukan pendampingan dengan pendekatan kelompok, yang kemudian oleh PUPUK dijuluki “Kelompok Perajin Batik Warna Alami Ciwaringin” dengan nama kelompok “Batik Quu”. Pak Fathoni yang merupakan sesepuh perajin batik Ciwaringin didapuk sebagai ketua kelompok. Pendekatan secara kelompok dipilih oleh PUPUK karena dengan berkelompok akan lebih mudah dalam berkoordinasi, apabila terjadi kendala akan lebih banyak ide/solusi untuk memecahkannya, dan dalam segi usaha akan mempermudah (efektif dan efisien) dalam menangani pesanan dalam partai besar.


Kelompok Batik Quu mendapatkan pembinaan lewat beragam pelatihan, mulai dari pelatihan manajemen organisasi untuk kemajuan kelompok, manajemen usaha, tata kelola keuangan termasuk Pelatihan Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga. Untuk meningkatkan ketrampilan perajin, Program SRAP Ciremai PUPUK memberikan paket pelatihan tentang teknik pewarnaan yang menggunakan bahan pewarna dari alam termasuk cara membuat pewarna tersebut dari ekstrak beragam tumbuhan (mahoni, mangga, dll), selain itu juga diberikan bantuan berupa workshop yang sekaligus sebagai ruang pamer untuk produk yang dihasilkan.


Teknik pewarnaan alami merupakan hal yang baru bagi kelompok Batik Quu, karena selama ini mereka menggunakan pewarna buatan yang harus mereka beli. Dengan menggunakan pewarna alami yang dapat dibuat sendiri secara otomatis mengurangi biaya produksi. “ Pewarna alami itu ternyata memang membuat mutu batik kami jadi lebih baik dan kami pun merasakan adanya kenaikan harga batik kami setelah ada peningkatan kualitas,“ kata Pak Fathoni. Terlebih lagi pada era milenial ini konsumen lebih menyukai produk yang ramah lingkungan, sehingga produk batik dengan pewarna alami memiliki nilai lebih dari produk batik pewarna sintetis, hal ini berpengaruh pada nilai jual produk. Apabila menggunakan pewarna sintetis kain batik tulis Ciwaringin dibandrol dengan harga maksimal Rp. 150.000 per lembar, namun dengan menggunakan pewarna alam harganya bisa naik 2x lipat bahkan akan lebih tinggi jika warna yang digunakan lebih banyak macamnya.


Menurut Pak Fathoni, perkembangan usahanya kini mulai menarik minat perajin yang bukan PAP di desanya, dan Kelompok Batik Quu dengan tangan terbuka menerima siapapun untuk bergabung terutama untuk peningkatan produksi karena saat ini banyak orderan yang masuk baik berupa pesanan batik maupun makloon untuk pewarnaan alami namun masih kekurangan tenaga perajinnya.


Di tahun kedua ini, ongoing coaching pun terus dilakukan untuk perbaikan kualitas, cara pengemasannya (packaging as value added) maupun teknik pemasarannya. Kelompok Batik Quu pun sering diundang ke pameran-pameran yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Kegiatan CSR perusahan/BUMN, bahkan tawaran konsinyasi dengan beberapa hotel bintang empat di Kota Cirebon.


Dalam sebuah obrolan santai disuatu siang di awal Bulan Mei 2107, Pak Fathoni mengatakan bahwa geliat batik Ciwaringin mulai membawa angin perubahan dan harapan bagi masyarakat Desa Ciwaringin baik secara ekonomi maupun sosial, “Dengan bergairahnya kembali Batik Ciwaringin, tanpa disadari telah menurunkan jumlah buruh migrant, masyarakat Desa Ciwaringin mulai menekuni kembali profesi menjadi perajin batik dan melupakan keinginan untuk bekerja menjadi buruh di luar daerah ataupun luar negeri” tuturnya.



Penulis: Tim Program Srap Ciremai – Cirebon Majalengka




Kelompok Batik Pewarnaan Alam Ciwaringin : Sebuah Asa dari Warisan Budaya

Pancak Suji Farm

Pancak Suji Farm merupakan salah satu unit usaha yang dikembangkan oleh Program SRAP Supplemental Resettlement Action Plan/pemulihan matapencaharian | Read More…….

PAGE |2|

3

10

5

6

7

1

8

2

9

4

©. Copyrighat by Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil



PUPUK  Yogyakarta

Jl. Riang Gembira 61D Maguwoharjo Yogyakarta

Phone : +62 821 2001 3075

Contact Person : Early Rahmawati


[      ] Kantor / Offices:


PUPUK Bandung   

Jl. Permata Taman Sari Raya Kav.6 | Kota Bandung Provinsi Jawa Barat Indonesia 40293

Phone : + 62 22 7834482, + 62 22 7834483, | Fax : + 62 22 7834484

Contact Person : Cecep Kodir Jaelani



PUPUK  Makassar

Jl. Teluk Bayur II No.12 Kelurahan Maccini Makassar | Phone : +62 852 99533636

Contact Person : Asdar Masduki


PUPUK  Surabaya

Jl. Karah Tama No. 7 Surabaya - 60232 | Phone : +62 31 8283976

Fax : +62 31-8283976 | Contact Person: Nurhasanah

[        ]  Contact Person :


PUPUK  Tegal

Jl. Tegalandong Lebaksiu Kab. Tegal | Phone : +62 283 342054

Contact Person : M. Syaikhudin


PUPUK  Surabaya

Lendo Novo

E-mail : lendo.novo@gmail.com

Early Rahmawati

E-mail : onearly@gmail.com

E-mail : early_rahmawati@pupuk.or.id

E-mail : info@pupuk.or.id

Website : www.pupuk.or.id


PUPUK  Jakarta

Jl. Tebet Barat Dalam IV B No.21 Jakarta Selatan | Phone : +62 813 8873 3275

Contact Person : Alip Purnomo

COVER HOME PROFILE CONTACT US GALERY MEDIA  NEWS 
COVER HOME PROFILE CONTACT US GALERY MEDIA  NEWS