Melalui Platform Equity Crowd Funding Kegiatan ini berlangsung secara virtual pada Hari Rabu, 7 Oktober 2020, dan dihadiri oleh 189 peserta dari berbagai lembaga baik regional Jawa Barat, nasional ataupun internasional seperti ADFIAP (Lembaga Keuangan dari Filipina), SEED Network (www.seed.uno), serta kelompok komunitas yang mewakili berbagai bidang termasuk Komite Ekonomi Syariah (KNEKS) Indonesia, Angel Investment Network (ANGIN), BNI 46, kelompok pendamping UMKM (ABDSI, LUNAS, UKM Indonesia) serta pelaku UMKM perseorangan.

Kegiatan Workshop kali ini dibuka oleh Bapak Lendo Novo (Ketua Dewan Pengawas PUPUK), dilanjutkan oleh Pembicara Utama yaitu Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM yang mewakili Bapak Teten Masduki yang berhalangan hadir. Narasumber dalam workshop adalah (1) Bapak Kunwidarto Deputi Direktur Penilaian Perusahaan Sektor Jasa OJK yang juga Wakil Ketua Satgas Equity Crowd Funding, (2) Bapak Teguh Anantawikrama Ketua Komite Tetap Akses Permodalan Bidang UMKM dan Koperasi KADIN Indonesia, (3) Bapak Istar Abadi yang merupakan Anggota PUPUK penggagas penyelenggaraan platform Equity Crowd Funding ala PUPUK, (4) Bapak Abdul Sobur, Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Barat, serta (5) Bapak Romy Cahyadi yang merupakan SEED Perwakilan Indonesia, dengan dimoderatori oleh Ibu Early Rahwamati (Sekjen PUPUK).

Bapak Hanung yang mewakili Kemenkop dan UMKM sangat mendukung kegiatan yang saat ini diselenggarakan oleh PUPUK dalam gagasan membentuk Equity Crowd Funding, untuk membantu UMKM agar mampu mengakses pembiayaan yang murah, mudah yang hingga saat ini masih sulit dan belum dapat terwujud. Beliau mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak UMKM tidak bisa mengakses dana dengan pola kredit seperti lembaga keuangan dan bank-bank konvensional untuk mengakses pembiayaan agar usahanya berkembang. Apalagi jika PUPUK bermaksud untuk menyasar UMKM yang telah menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan dimana PUPUK sangat menaruh perhatian atas kelompok usaha ini. Dengan adanya Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia membuat pemerintah sangat peduli dengan masalah kesehatan dan juga pemulihan ekonomi, serta telah banyak memberikan bantuan-bantuan baik kepada masyarakat umum dan juga pelaku UMKM, sehingga Kemenkop UKM berharap dapat bekerjasama dengan PUPUK dalam menyelenggarakan Equity Crowd Funding ini.

Bapak Kunwidarto memberikan paparan bahwa Equity Crowd Funding diatur dengan beberapa pengaturan khusus didalamnya dengan ketentuan yang diatur tersebut sehingga lebih memudahkan bagi perusahaan atau perseorangan dalam menanam modal sesuai dengan batas-batas kebijakan yang telah dikeluarkan oleh OJK selain itu nantinya perusahaan penyelenggara ECF ini juga akan secara berkala diawasi operasionalnya oleh OJK.

Bapak Teguh Anantawikrama mewakili Ketua KADIN yang berhalangan hadir berharap bahwa UMKM dapat menjadi penyelamat ekonomi bangsa Indonesia dan KADIN sangat mendukung hal tersebut. KADIN juga berharap dapat diundang secara khusus oleh PUPUK untuk memperkenalkan PUPUK kepada anggota Kadin Indonesia dalam rangka mendukung upaya penyelenggaraan Equity Crowd Funding ini. Namun dengan adanya Pandemi Covid-19 ini dan diberlakukannya PSBB di Indonesia ini sangat berdampak dimana daya beli masyarakat yang turun sehingga turut mempengaruhi bisnis UMKM. Oleh karena itu melalui berbagai program bantuan pembiayaan oleh pemerintah, pelaku UMKM saat ini hanya membantu dalam menjalankan bisnis intinya saja, sedangkan untuk mengembangkan lebih jauh lagi dibutuhkan dukungan pendanaan diantaranya melalui ECF seperti yang akan diselenggarakan oleh PUPUK termasuk menerapkan credit rating kepada pelaku UMKM yang akan dibantu melalui platform tersebut.

Bapak Istar selaku penggagas ide ECF ala PUPUK memberikan paparan terkait Equity Crowd Funding dimana PUPUK akan menjadi katalisator dalam menyeleksi dan memverifikasi bisnis yang disulkan untuk dimasukkan dalam platform ini, sehingga UMKM yang ditampilkan di website ECF (http://sarikatniaga.co.id) adalah UMKM yang benar-benar layak untuk didanai oleh publik karena telah memenuhi persyaratan yang ditentukan dan juga sudah diverifikasi oleh para pendamping UMKM setempat.

Bapak Sobur selaku pemilik usaha PT. Kriya Nusantara (www.kriyanusantara.com) yang sudah mengekspor aneka produk yang dihasilkannya, sekaligus juga anggota Dewan Pengawas PUPUK menyatakan pendanaan alternatif sangat dibutuhkan UMKM karena jika hanya menggunakan skema kredit seperti biasa akan tetap menyulitkan bagi UMKM jika usahanya masih berada di tahap awal sehingga dibutuhkan pendanaan alternatif berupa permodalan bersama sehingga pemilik usaha dapat mengembangkan usahanya.

Bapak Romy Cahyadi menyampaikan apresiasinya kepada PUPUK yang telah menyelenggarakan workshop ini yang merupakan bagian dari financial technology yang merupakan keniscayaan di masa pengembangan UKM go digital. SEED yang mengusung ide keberlanjutan dengan pembiayaan bagi usaha ramah lingkungan mengharapkan agar kolaboborasi akan terus berlanjut dimana nanti SEED juga akan memperkenalkan platform ECF ala PUPUK kepada berbagai pihak sehingga memungkinkan para calon investor dari internasional area dapat berpartisipasi membantu UMKM di Indonesia.

Para peserta yang hadir cukup antusias terhadap upaya yang dilakukan PUPUK khususnya kalangan UMKM karena mereka menginginkan adanya pendanaan alternatif untuk usaha mereka tanpa harus menggunakan skema kredit, tetapi melalui kepemilikan bersama. Beberapa pihak ABDSI serta LUNAS menyatakan kesediaannya untuk bergabung dengan PUPUK untuk memverivikasi UMKM yang akan dimasukkan dalam platfom ini, sedangkan ANGIN dan BAPPEDA Jawa Barat menyatakan kesiapan kolaborasinya untuk berpartisipasi dalam pendanaan untuk menyelenggarakan platform ECF ala PUPUK melalui PT. Kafhi Internasional Niaga. Semoga proses perizinan di Kominfo dan OJK akan berjalan lancar sehingga platform ini segera dapat beroperasi untuk membantu UMKM di Indonesia dalam mengembangkan usahanya.

Bagi berbagai pihak atau pembaca ingin mendapatkan materi workshop, silakan menghubungi email : benar.bahtiar@pupuk.or.id






Workshop Virtual Pengembangan Pendanaan Alternatif Bagi UMKM

81 | NEWS P.U.P.U.K

3

10

5

6

7

1

8

2

9

4

©. Copyrighat by Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil



PUPUK  Surabaya

Jl. Karah Tama No. 7 Surabaya - 60232

Phone : +62 31 8283976 |Fax : +62 31-8283976

Contact Person: Ike Sulistiowati

[      ] Kantor / Offices:


PUPUK Bandung  

Jl. Permata Taman Sari Raya Kav.6 | Kota Bandung Provinsi Jawa Barat Indonesia 40293

Phone : + 62 22 7834482, + 62 22 7834483, | Fax : + 62 22 7834484

Contact Person : Budhi Prasetya



PUPUK  Makassar

Jl. Manunggal 31 No. 93, Kel. Maccini Sombala,

Kec. Tamalate, Makassar 90224|Phone : +62 812 4241 906

Contact Person : Asdar Masduki

[        ]  Contact Person :


PUPUK  Yogyakarta

Jl. Mangkuyudan No. 10 Yogyakarta

Phone : +62 31 8283976 |Fax : +62 31-8283976

Contact Person : Early Rahmawati



PUPUK  

Rieta R. Dewi

E-mail : rieta.r.dewi@pupuk.or.id

Early Rahmawati

E-mail : early_rahmawati@pupuk.or.id

E-mail : info@pupuk.or.id

Website : www.pupuk.or.id

Press Conference di Kementerian


Press Conference dengan Sekretaris Menteri Koperasi dan UMKM dan Prof. Ina (Guru Besar Ekonomi UNPAD) dan juga Ibu Early Rahmawati (Sekjen PUPUK dan Koordinator Nasional UMKM Crisis Center ABDSI)  | Read More…….

Kunjungan Wamendes ke kebun Lemon Lembang


Konsep CBET&CBT dalam skala desa seringkali lebih akrab dikenal dengan istilah Ekowisata atau Desa Wisata atau Wisata Desa Didorong oleh pasar wisatawan yang terus tumbuh dan desa memiliki wewenang dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes)|Read More…….

COVER HOME PROFILE CONTACT US GALERY MEDIA  NEWS 
COVER HOME PROFILE CONTACT US GALERY MEDIA  NEWS