Program Menuju Masyarakat Sejahtera Melalui Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Komoditas Spesifik Lokasi yang Unggul Status Kabupaten Jeneponto sebagai satu-satunya daerah tertinggal di Sulawesi Selatan, pada kenyataannya memiliki keunggulan potensial secara geografis dengan morfologi wilayah yang terbagi dalam tiga kawasan: dataran tinggi, dataran rendah, dan pesisir. Program ini bertujuan menciptakan dan menumbuhkembangkan model usaha masyarakat miskin melalui sistem integrasi terpadu komoditas potensial spesifik lokasi di Kabupaten Jeneponto. Daerah dataran tinggi yang iklim dan lahannya sesuai untuk pengembangan kopi, dan daerah pesisir dengan komoditas rumput laut yang menjadi andalan pendapatan masyarakatnya, akan menyangga daerah yang  tidak berdaya melalui pola hubungan bisnis timbal balik. Desa Ujung Bulu, Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu daerah penghasil kopi yang berada di kawasan Gunung Bawakaraeng dengan ketinggian 900 - 1,400 m.dpl. Jenis kopi yang dikembangkan adalah arabika dengan varietas Linie S-795 dan diberi nama brand Kopi Bontolojong  Ironisnya Kopi Bontolojong tidak begitu dikenal dan orang tidak menyangka ada kopi yang berasal dari Jeneponto, bahkan oleh orang Jeneponto sendiri. Ketika panen, kopi di Ujung Bulu dibawa oleh pedagang ke Pasar Malakaji, Kabupaten Gowa, dan sebagian juga dibawa ke Kabupaten Enrekang untuk dijadikan pencampur, penambah volume kopi Enrekang yang akan dijual. Selain itu, ada cerita yang beredar di pedagang dan tengkulak kopi yang mencitrakan kopi yang berasal dari selatan (kawasan gunung Bawakaraeng) sebagai kopi yang bermutu rendah dibandingkan kopi yang berasal dari Utara (kawasan Gunung Latimojong) yang dikenal dengan nama Kopi Toraja atau Kopi Enrekang. Kopi di Desa Ujung Bulu selama ini dijual sebagai biji kopi asalan karena proses produksi sebelum dan setelah panen yang tidak memenuhi standar prosedur produksi kopi yang baik. Ada dua isu utama produksi kopi di kawasan Gunung Bawakaraeng, khususnya di Ujung Bulu, yaitu tingginya serangan hama penggerek buah kopi (PBKo) dan motivasi petani untuk mengimplementasikan praktik-praktik produksi kopi yang baik. Poin utamanya adalah akibat tidak ada kesepahaman antara petani sebagai produsen primer  dengan pelaku usaha dalam rantai pasok kopi. Di pihak petani selalu mengeluhkan harga yang rendah dan tidak memihak petani kopi. Petani menjanjijkan akan melakukan praktik produksi kopi yang baik jika ada pasar yang memberikan apresiasi harga untuk kopi yang berkualitas baik. Namun, di pihak pelaku pasar juga mengatakan, bahwa tidak mungkin insentif harga diberikan kepada petani jika produksi biji kopi tidak memenuhi syarat, kapasitas produksi rendah, tidak berkelanjutan, dan tidak memenuhi prinsip traceabiltiy.

Harmonisasi hulu-hilir produksi kopi

Dibutuhkan upaya perbaikan produksi kopi di sektor hulu dan upaya untuk menyamakan persepsi standar kualitas di sepanjang rantai produksi sehingga antar pelaku usaha dalam rantai pasok kopi dapat saling mengapresiasi dan terjadi ketergantungan satu sama lain untuk bersama-sama menghasilkan produksi dan mutu biji kopi yang lebih baik. Tentunya untuk menghasikan kopi yang baik dan berkualitas, dibutuhkan petani yang berkomitmen, tenaga prosesor yang profesional, pelaku roaster yang berpengalaman, barista yang terlatih, hingga penikmat kopi yang mengerti mutu dan kualitas kopi. Produksi kopi yang berdaya saing dan bernilai tambah akan terbentuk ketika semua pelaku dalam sistem nilai tersebut saling terhubung, bekerja sedemikian rupa dan memperoleh keuntungan sesuai porsi yang diusahakan sehingga memaksimalkan terbentuknya nilai di tiap rantai produksi.



 

Program Menuju Masyarakat Sejahtera

1 | NEWS P.U.P.U.K GAMMARA

3

10

5

6

7

1

8

2

9

4

©. Copyrighat by Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil



PUPUK  Surabaya

Jl. Karah Tama No. 7 Surabaya - 60232

Phone : +62 31 8283976 |Fax : +62 31-8283976

Contact Person: Nurhasanah

[      ] Kantor / Offices:


PUPUK Bandung  

Jl. Permata Taman Sari Raya Kav.6 | Kota Bandung Provinsi Jawa Barat Indonesia 40293

Phone : + 62 22 7834482, + 62 22 7834483, | Fax : + 62 22 7834484

Contact Person : Cecep Kodir jaelani



PUPUK  Makassar

Jl. Manunggal 31 No. 93, Kel. Maccini Sombala,

Kec. Tamalate, Makassar 90224|Phone : +62 813 5561 5575

Contact Person : Yusran

[        ]  Contact Person :


PUPUK  Yogyakarta

Jl. Mangkuyudan No. 10 Yogyakarta

Phone : +62 821 2001 3075

Contact Person : Early Rahmawati



PUPUK  

Rieta R. Dewi

E-mail : rieta.r.dewi@pupuk.or.id

Early Rahmawati

E-mail : early_rahmawati@pupuk.or.id

E-mail : info@pupuk.or.id

Website : www.pupuk.or.id

COVER HOME PROFILE CONTACT US GALERY MEDIA  NEWS 
COVER HOME PROFILE CONTACT US GALERY MEDIA  NEWS