Kerjasama CSR antara PGN SAKA Pangkah Indonesia Limited dengan PUPUK dalam bidang lingkungan dan ekonomi, mulai membuahkan hasil. Dengan Menggandeng para Nelayan Desa Banyuurip-Ujung Pangkah, program ekowisata mangrove telah berhasil dirintis.

Berawal dari pendirian Pusat Pembibitan Mangrove Gresik pada 18 Desember 2014 lalu. Program ekowisata ini memungkin masyarakat untuk berwisata dan mengenal lebih dalam tentang pembibitan dan pelestarian biota pantai.

Dari 5000 batang mangrove yang telah berhasil disemai di Pusat pembibitan, 2600 batang Mangrove berjenis Rhizophora spp telah habis terjual dengan memanfaatkan penjualan lewat daring. Strategi bisnis mangrove dengan sistem investasi dan berbonus wisata mangrove mampu menarik minat pembeli dan aktivis lingkungan yang berkeinginan untuk ikut berkontribusi dalam pelestarian alam serta peningkatan usaha kecil nelayan. Sebagian besar pembeli dan aktivis lingkungan, menyerahkan kembali bibit yang telah dibeli kepada nelayan untuk ditanamkan pada area-area rawan erosi dan pusat berkembangnya biota perairan pantai.

Pada 11 Maret 2015 lalu, beberapa aktivis PUPUK membantu dalam penanam ribuan mangrove yang telah diwakafkan ke daerah Gresik. Bibit yang dibeli para aktivis, ditanam di sekitar tepi pantai (daerah pasang surut) Gresik agar ekosistem di sana dapat dilestarikan.

Dengan ikut menjadi partisipan penanaman mangrove ini, pembeli dan penanam mangrove dapat sekalian berwisata flora dan fauna, mengingat potensi alam di sana tergolong masih alamiah. Ada berbagai jenis mangrove yang tumbuh subur memagari sepanjang hulu sungai Bengawan Solo. Selain itu penanam mangrove juga dapat menyaksikan sekelompok burung pantai yang sedang migrasi dan singgah di pantai Gresik. Perjalanan yang cukup panjang dengan perahu menuju lokasi penanaman dengan pemandangan alam yang menakjubkan akan menjadi perjalanan tak terlupakan.

Ekowisata Mangrove Ujung Pangkah Gresik

3

10

5

6

7

1

8

2

9

4

©. Copyrighat by Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil



PUPUK  Yogyakarta

Jl. Riang Gembira 61D Maguwoharjo Yogyakarta

Phone : +62 8170414105

Contact Person : Cahyadi Joko Sukmono

[      ] Kantor / Offices:


PUPUK Bandung   

Jl. Permata Taman Sari Raya Kav.6 | Kota Bandung Provinsi Jawa Barat Indonesia 40293

Phone : + 62 22 7834482, + 62 22 7834483, | Fax : + 62 22 7834484

Contact Person : Cecep Kodir Jaelani



PUPUK  Makassar

Jl. Teluk Bayur II No.12 Kelurahan Maccini Makassar | Phone : +62 852 99533636

Contact Person : Asdar Masduki


PUPUK  Surabaya

Jl. Karah Tama No. 7 Surabaya - 60232 | Phone : +62 31 8283976

Fax : +62 31-8283976 | Contact Person: Nurhasanah

[        ]  Contact Person :


PUPUK  Tegal

Jl. Tegalandong Lebaksiu Kab. Tegal | Phone : +62 283 342054

Contact Person : M. Syaikhudin


PUPUK  Surabaya

Lendo Novo

E-mail : lendo.novo@gmail.com

Early Rahmawati

E-mail : onearly@gmail.com

E-mail : early_rahmawati@pupuk.or.id

E-mail : info@pupuk.or.id

Website : www.pupuk.or.id

Gresik-Bisnis konservasi lingkungan pantai nampaknya dapat menjadi peluang usaha yang menarik bagi sebagian Nelayan di Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh kelompok Nelayan Tirta Buana, di sekitar pantai Desa Banyuurip, Ujung Pangkah-Gresik. Bekerjasama dengan PUPUK dan PT.PGN SAKA Pangkah Limited, mereka dengan semangat mendirikan sentra pembibitan dan penjualan mangrove.

Melihat fakta bahwa dalam dua dekade ini keberadaan ekosistem mangrove mengalami penurunan secara drastis, yang dalam hal ini ternyata juga mempengaruhi hasil laut para nelayan udang dan ikan. Ditambah Isu perdagangan bebas yang banyak mendengungkan prinsip eco-labelling dan eco-friendly yang mana menuntut adanya pelestarian sumber daya alam dan perikanan dalam sistem produksi hasil laut serta hutan, hal ini kemudian mendorong para nelayan untuk memanfaatkan kemampuan dan pengetahuan kelautan dengan membuka bisnis ekowisata mangrove.

Dengan tekat upaya antisipasi keadaan seperti di atas bahwa mutlak dilakukan dengan pelestarian mangrove, maka bisnis para nelayan ini resmi dibuka pada tanggal 18 Desember 2014 lalu . Dalam waktu 3 bulan, 5000 bibit mangrove telah berhasil disemai.

Melalui penjualan daring di media sosial, dalam sekejap 2600 bibit telah berhasil terjual. Sistem penjualan yang berbasis investasi hutan pantai dengan bonus wisata penanaman mangrove di daerah sekitar, telah menjadi daya tarik pembeli dan aktivis lingkungan.

Adanya kesadaran bahwa mangrove memiliki banyak fungsi ekonomis (sebagai sumber bahan bakar, bahan bangunan, bahan tekstil, makanan, dan obat-obatan) menjadikan bisnis ini cukup menjanjikan bagi kelompok nelayan yang penghasilannya tidak menentu.

Bisnis Ekowisata Mangrove Ala Kelompok Nelayan Banyuurip-Gresik

PAGE | 4| PAGE | 4 |
COVER HOME PROFILE CONTACT US GALERY MEDIA  NEWS 
COVER HOME PROFILE CONTACT US GALERY MEDIA  NEWS